Posts

Penguat MOSFET

Image
Amplifier atau Penguat MOSFET menggunakan transistor silikon oksida logam yang terhubung dalam konfigurasi Common Source. Dalam artikel sebelumnya tentang penguat FET, dapat dilihat bahwa penguat satu tingkat sederhana dapat dibuat menggunakan transistor efek medan atau FET atau JFET. Tetapi ada jenis lain dari transistor efek medan yang tersedia yang dapat digunakan untuk membangun sebuah rangkaian penguat, dan dalam artikel ini ialah Penguat MOSFET. Metal Oxide Semiconductor Field Effect Transistor, atau singkatnya MOSFET, adalah pilihan yang sangat baik untuk amplifier linier sinyal kecil karena impedansi inputnya sangat tinggi sehingga pembiasannya mudah. Tetapi untuk MOSFET untuk menghasilkan amplifikasi linier, ia harus beroperasi di daerah saturasi, tidak seperti Bipolar Junction Transistor. Tapi seperti halnya BJT, itu juga perlu bias di sekitar titik pusat-Q. Gambar 2: Contoh MOSFET MOSFET melakukannya melalui daerah konduktif atau jalur yang disebut ...

Desain Penguat MOSFET

Image
Artikel berikut kita akan mendesain penguat sederhana menggunakan MOSFET menggunakan cara-cara yang praktis, dengan harapan mudah dipahami. Penguat ini hanya satu tingkat penguat. Jadi hanya menggunakan satu buah MOSFET yang akan dioperasikan sebagai penguat kelas A. Rangkaian disusun dalam konfigurasi atau susunan Common Source, seperti tampak dalam gambar di atas. Kita akan menggunakan software aplikasi Proteus, yang cukup baik untuk melakukan simulasi agar karakteristik rangkaian dapat kita ketahui, yang jika diterapkan dalam rangkaian yang nyata , hasilnya tidak akan jauh berbeda. Pada rangkaian di atas, nilai-nilainya sebagian kita tentukan, dan yang lainnya kita hitung menggunakan cara-cara praktis namun cukup akurat. Pertama, kita pilih komponen MOSFET dengan type IRF530, yang memiliki data teknis sebagai berikut: Gambar: MOSFET type IRF530 Sebuah MOSFET memiliki tiga buah elektroda, yakni G atau Gate (gerbang), S atau Source (Sumber) dan D atau Drain. Gambar ...

Thyristor atau SCR

Image
Dalam banyak hal, Silicon Controlled Rectifier, SCR atau cukup disebut Thyristor saja seperti yang lebih dikenal, konstruksinya mirip dengan transistor. Ini adalah perangkat semikonduktor multi-layer (banyak lapisan), karenanya kata "silikon" merupakan bagian dari namanya. Komponen ini memerlukan sinyal di Gate untuk mengubahnya  menjadi "ON", dan "dikendalikan" atau "controlled) merupakan bagian dari nama, dimana sekali  Thyristor ini "ON" itu berperilaku seperti sebuah dioda penyerah, yang juga merupakan bagian  dari nama. Bahkan simbol untuk thyristor menunjukkan bahwa perangkat ini bertindak seperti dioda penyearah yang dikontrol. Namun, tidak seperti junction diode yang merupakan perangkat semikonduktor dua lapisan (PN), atau transistor bipolar yang biasa digunakan yang merupakan perangkat switching tiga lapis (PNP, atau NPN), Thyristor adalah perangkat semikonduktor empat lapisan (PNPN) yang berisi tiga persimpangan PN sec...

Rangkaian Thyristor

Image
Thyristor adalah perangkat solid-state berkecepatan tinggi yang dapat digunakan untuk mengontrol motor, pemanas dan lampu. Dalam artikel sebelumnya kita telah melihat konstruksi dasar dan operasi SCR yang lebih dikenal sebagai Thyristor. Kali ini kita akan melihat bagaimana kita dapat menggunakan thyristor untuk mengontrol beban yang lebih besar seperti lampu, motor, atau pemanas dll. Kami mengatakan sebelumnya bahwa untuk membuat Thyristor hidup atau "ON" kita perlu menyuntikkan pulsa pemicu kecil dari arus (bukan arus kontinu) ke terminal Gerbang (G) ketika thyristor berada di arah maju, dimana Anode, (A), lebih positif terhadap Katoda, (K), agar penguncian regeneratif terjadi. Gambar: Contoh Thyristor daya besar Secara umum, pulsa pemicu ini hanya membutuhkan waktu dalam beberapa mikro-detik tetapi semakin lama pulsa Gerbang diterapkan semakin cepat proses saling memberi dalam internal terjadi dan semakin cepat waktu "ON" thyristor, tetapi...